Korea Utara Bantah Keterlibatan Peretasan Binance US$6,3 Miliar dan Tuding AS
Dalam artikel ini 3 bagian
Pemerintah Korea Utara secara tegas membantah keterlibatan mereka dalam insiden peretasan berskala besar yang melanda platform bursa kripto Binance. Penolakan dari pihak Pyongyang ini muncul setelah Federal Bureau of Investigation (FBI) dari Amerika Serikat mengaitkan serangan siber bernilai kerugian 6,3 miliar dolar AS tersebut kepada pihak Korea Utara.
Tuduhan yang disampaikan oleh otoritas penegak hukum Amerika Serikat tersebut memicu reaksi keras dari pemerintah Korea Utara. Pihak Pyongyang menganggap bahwa tuduhan yang mengaitkan negara mereka dengan peretasan aset digital tersebut tidak memiliki dasar yang valid.
Tudingan FBI dan Penolakan dari Pyongyang
Pihak FBI sebelumnya secara resmi mengatribusikan serangan peretasan Binance bernilai 6,3 miliar dolar AS kepada kelompok yang berasal dari Korea Utara. Kerugian besar dalam peristiwa tersebut menjadikan kasus ini sebagai salah satu perhatian utama dalam lanskap keamanan siber dan aset digital global.
Meskipun demikian, pihak Pyongyang dengan cepat memprotes serta menolak secara terbuka klaim dan atribusi yang dibuat oleh FBI. Pemerintah Korea Utara menegaskan bahwa tuduhan atas insiden peretasan Binance tersebut tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.
Pernyataan Kim Yo Jong Mengenai Motivasi Politik
Penolakan atas tuduhan peretasan Binance tersebut dipertegas secara langsung oleh Kim Yo Jong. Sosok pejabat tinggi Korea Utara ini menilai bahwa tuduhan dan tudingan yang dilayangkan oleh pihak Amerika Serikat sama sekali tidak didasarkan pada fakta objektif.
Kim Yo Jong secara eksplisit menyebutkan bahwa tuduhan dari pihak AS tersebut memiliki latar belakang dan motivasi politik. Menurut pernyataannya, Amerika Serikat sengaja menggunakan tuduhan peretasan siber 6,3 miliar dolar AS ini untuk mencapai agenda politik tertentu terhadap pihak Korea Utara.
Tudingan Balik Korea Utara Terhadap Amerika Serikat
Selain membantah keterlibatan mereka secara total dalam peretasan bursa Binance, Korea Utara juga memilih untuk mengarahkan tudingan balik secara langsung kepada pihak Amerika Serikat. Pyongyang mengkritik sikap AS yang terus memojokkan mereka dalam kasus serangan siber bernilai fantastis tersebut.
Perselisihan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas peretasan Binance senilai 6,3 miliar dolar AS ini menunjukkan dinamika yang kian memanas antara kedua negara. Pihak Korea Utara tetap pada pendiriannya untuk menolak klaim FBI dan menilai langkah AS sepenuhnya bermotif politik.
Dapatkan update berita dan topik menarik lainnya seputar perkembangan industri aset digital dengan mengunjungi Info Seputar Crypto.