Lompat ke isi
Publication Channel

Sabtu, 7 November 2026

Berita Jurnal Publication 4 menit baca

Kebun Anggur Halaman Rumah di Tangsel: Sekali Panen Bisa 10 Kg

Roy Nurdin, warga Cipayung, Ciputat, Tangerang Selatan, mengubah halaman rumahnya menjadi kebun anggur sejak 2020. Ia menanam sekitar delapan varietas di lahan kurang lebih 1.500 m2. Berawal dari pot yang ditanam istrinya, kebun itu kini menjadi ruang belajar bagi keluarga dan tetangga. Dengan perawatan rutin, panen terbanyaknya mencapai sekitar 10 kg.

Diterbitkan
Ilustrasi AI: Ilustrasi halaman rumah dengan tanaman anggur dalam pot dan rangka penyangga.
Ilustrasi AI: Ilustrasi halaman rumah dengan tanaman anggur dalam pot dan rangka penyangga.
Teks
Bacaan saya

Disimpan di perangkat ini

Belum ada bacaan tersimpan. Simpan artikel untuk membacanya nanti.

Dalam artikel ini 4 bagian
  1. Mulai dari Pot Anggur sang Istri
  2. Delapan Varietas dengan Karakter Berbeda
  3. Perawatan Rutin Jadi Kunci
  4. Panen 10 Kg dan Ruang Berbagi

Di Cipayung, Ciputat, Tangerang Selatan, Roy Nurdin (60) menata kebun anggur halaman rumah dengan pot-pot dan rangka penyangga. Di balik rimbunnya daun, dompolan anggur tampak menggantung; sebagian masih kecil, sebagian mulai membesar. Pemandangan itu telah menjadi keseharian Roy. Menurut liputan Kompas.com, kebiasaan itu sudah berlangsung hampir lima tahun sejak 2020. Saat ini, Roy memiliki sekitar delapan jenis anggur di lahan seluas kurang lebih 1.500 meter persegi.

Mulai dari Pot Anggur sang Istri

Ketertarikan Roy pada budidaya anggur tidak muncul tiba-tiba. Sebelumnya, ia telah menanam mangrove, alpukat, hingga sorgum. Pengalaman menanam berbagai tanaman sebelumnya memberi dasar bagi Roy untuk belajar merawat anggur. Titik balik terjadi ketika istrinya membawa pulang buah anggur lalu mencoba menanamnya di dalam pot. Rasa penasaran membuat Roy ikut mengamati tanaman itu dan memahami bahwa buah yang sering dianggap eksotis bisa dirawat di rumah.

Roy, yang dijumpai Kompas.com pada Jumat (6/11/2026), mengatakan, "Saya pribadi memang doyan nanam-nanam. Mangrove saya tanam, alpukat saya tanam, sorgum saya tanam. Suatu saat istri mau nanam anggur. Gara-gara dia nanam, saya jadi ikutan." Ucapan itu menggambarkan bagaimana satu percobaan sederhana dalam keluarga bisa menjadi dasar usaha bercocok tanam yang lebih luas.

Setelah melihat perkembangan buah pertama, Roy mulai mencari informasi tentang karakteristik anggur dan cara membudidayakannya di Indonesia. Ia mempelajari teknik perawatan agar tanaman tumbuh subur, tidak berhenti pada penanaman bibit saja, lalu memperluas area dari pot menjadi kebun di halaman rumah.

Delapan Varietas dengan Karakter Berbeda

Koleksi anggur di rumah Roy kini meliputi Jupiter, Angelica, Jubilee, Dixon, Transfiguration, Isabella, Red Master, dan Table Grape. Jenis-jenis itu tumbuh dalam pot dan merambat pada rangka penyangga. Jumlah itu menunjukkan bahwa halaman rumah tidak hanya cocok untuk satu jenis tanaman, tetapi bisa menampung varietas yang berbeda rasa, ukuran, dan bentuk buahnya.

Perbedaan jenis membuat setiap tanaman memerlukan perhatian tersendiri. Masing-masing memiliki ciri khas, mulai dari rasa, ukuran buah, hingga bentuk dompolan. Karena itu, Roy perlu memahami kebutuhan masing-masing agar pertumbuhan dan pembuahan berjalan optimal, bukan sekadar menata tanaman secara visual.

Varian semacam itu juga memberi ruang bagi Roy untuk membandingkan hasil panen, memilih jenis yang paling sesuai dengan iklim lokal, dan menunjukkan kepada tetangga maupun pengunjung bahwa anggur dapat tumbuh di lingkungan permukiman seperti Tangerang Selatan.

Perawatan Rutin Jadi Kunci

Menurut Roy, membudidayakan anggur tidak cukup hanya menanam bibit lalu menunggu buah muncul. Tanaman itu rentan terhadap serangan hama dan jamur, sehingga perlu proteksi rutin. Ia melakukan penyemprotan dengan insektisida untuk mengendalikan hama serta fungisida untuk mencegah jamur, setidaknya satu kali dalam sepekan.

Selain pengendalian hama, tanaman juga harus disiram, dipangkas, dan diberi pupuk sesuai kebutuhan. Konsistensi menjadi hal penting karena jika perawatan terlewat, kondisi tanaman dapat terganggu dan hasil panen ikut terpengaruh. Perawatan yang tepat, sebaliknya, dapat membuat tanaman berbuah lebih melimpah. Ia menilai rutinitas ini lebih penting daripada bergantung pada satu jenis tanaman saja.

"Kalau budidaya anggur jelas rentan sama jamur dan hama. Jadi, harus diproteksi. Ada fungisida untuk jamur dan insektisida untuk hama," ujar Roy. Petunjuk sederhana itu menekankan bahwa keberhasilan kebun bukan hanya ditentukan oleh varietas unggul, tetapi oleh rutinitas perawatan yang terjaga.

Panen 10 Kg dan Ruang Berbagi

Upaya perawatan tersebut terlihat dari hasil buah. Roy bercerita, salah satu pohon anggurnya pernah menghasilkan sekitar 150 dompolan dalam satu kali masa berbuah. Hasil panen terbanyak yang pernah dicatatnya mencapai sekitar 10 kilogram. Angka itu berasal dari pengalamannya merawat kebun selama beberapa tahun. Di Indonesia, tanaman anggur bisa dipanen beberapa kali dalam setahun; jika cuaca dan perawatan mendukung, frekuensinya bahkan bisa mencapai tiga kali dalam setahun.

Bagi Roy, kebun anggur di rumah bukan sekadar tempat menanam dan memanen. Area itu juga menjadi ruang berkumpul bersama keluarga, tetangga, dan masyarakat yang ingin mengenal budidaya anggur. Melalui kebun itu, ia ingin menunjukkan bahwa anggur tidak hanya tumbuh di wilayah beriklim subtropis, tetapi juga di permukiman seperti Tangerang Selatan.

Harapannya, semakin banyak orang tertarik mencoba menanam anggur di rumah masing-masing, sehingga budidaya anggur tidak hanya berkembang di kebun skala besar, tetapi juga mulai dari halaman. Sebagai bacaan lain, Anda bisa melihat panduan dasar perencanaan renovasi rumah untuk inspirasi menata lahan halaman. Fakta dalam artikel ini diolah dari liputan Kompas.com tertanggal 6/11/2026 tentang warga Tangsel yang mengolah halaman rumah menjadi kebun anggur.

Gambar utama merupakan ilustrasi yang dibuat dengan AI, bukan dokumentasi kejadian.

Akhir artikel Jelajahi Berita

Di balik tulisan

Redaksi Publication Channel

Tim redaksi Publication Channel.

Lihat semua tulisan
Lanjutkan membacaDrama Sidang Jokowi vs Dokter Tifa di Jakarta Timur4 menit baca · Berita

Wawasan berikutnya

Masih ada cerita lainnya.

Semua artikel