Lompat ke isi
Publication Channel

Kamis, 22 Oktober 2026

Berita Jurnal Publication 2 menit baca

Asosiasi Perbankan AS Kritik Aturan Stablecoin OCC yang Dinilai Mengabaikan Kongres

Diterbitkan
Asosiasi Perbankan AS Tolak Aturan Stablecoin OCC Terbaru
Asosiasi Perbankan AS Tolak Aturan Stablecoin OCC Terbaru
Teks
Bacaan saya

Disimpan di perangkat ini

Belum ada bacaan tersimpan. Simpan artikel untuk membacanya nanti.

Dalam artikel ini 3 bagian
  1. Penolakan Aturan Stablecoin oleh Organisasi Perbankan
  2. Sengketa Mengenai Ketentuan Imbal Hasil
  3. Dampak terhadap Wewenang Kongres Amerika Serikat

Organisasi advokasi perbankan di Amerika Serikat menyuarakan penolakan keras terhadap aturan akhir yang diterbitkan oleh Office of the Comptroller of the Currency (OCC). Aturan tersebut berkaitan erat dengan regulasi aset kripto stabil atau stablecoin yang dinilai memicu kontroversi di kalangan pelaku industri keuangan tradisional.

Asosiasi Perbankan Amerika atau American Bankers Association (ABA) bersama beberapa kelompok advokasi perbankan lainnya menilai bahwa langkah yang diambil oleh OCC dapat merusak serta mengabaikan wewenang yang dimiliki oleh Kongres Amerika Serikat.

Penolakan Aturan Stablecoin oleh Organisasi Perbankan

Penolakan dari sektor perbankan ini muncul setelah OCC merampungkan pedoman regulasi yang mengatur penggunaan dan operasional stablecoin. Lembaga advokasi perbankan berargumen bahwa penyesuaian aturan tersebut tidak sejalan dengan kerangka kerja hukum yang sedang atau telah dirancang oleh para pembuat undang-undang di tingkat federal.

Kritik utama yang disampaikan oleh Asosiasi Perbankan Amerika berfokus pada bagaimana keputusan regulator tersebut berpotensi melampaui batas kewenangan yang seharusnya dipegang oleh lembaga legislatif. Sikap tegas dari organisasi perbankan ini memperlihatkan adanya ketegangan yang berkelanjutan antara regulator keuangan lokal dan lembaga perbankan tradisional di Amerika Serikat.

Sengketa Mengenai Ketentuan Imbal Hasil

Salah satu poin krusial yang menjadi pemicu penolakan dari kelompok advokasi perbankan adalah perubahan pada ketentuan imbal hasil atau yield dari aset stablecoin. Aturan akhir yang dirilis oleh OCC membawa modifikasi terhadap bagaimana imbal hasil stablecoin dikelola dan ditawarkan kepada publik.

Para pelaku industri perbankan berargumen bahwa perubahan ketentuan imbal hasil tersebut memberikan dampak signifikan terhadap struktur pasar keuangan. Menurut mereka, penetapan aturan mengenai yield pada stablecoin seharusnya mengacu secara ketat pada keputusan Kongres Amerika Serikat dan bukan diubah secara sepihak melalui regulasi tingkat lembaga penegak hukum seperti OCC.

Dampak terhadap Wewenang Kongres Amerika Serikat

Langkah OCC dalam memfinalisasi aturan undang-undang stablecoin dinilai oleh para penentangnya telah meremehkan dan merusak peran Kongres Amerika Serikat. Penyesuaian aturan tanpa menyelaraskan secara penuh dengan mandat legislatif dikhawatirkan dapat menciptakan ketidakpastian hukum di industri aset digital dan perbankan.

Perselisihan ini menunjukkan betapa kompleksnya perumusan regulasi aset kripto dan stablecoin di Amerika Serikat. Dinamika antara lembaga pengawas keuangan, asosiasi perbankan, dan badan legislatif diprediksi akan terus berlanjut seiring berkembangnya ekosistem mata uang digital. Untuk terus memantau perkembangan regulasi dan pasar mata uang digital global, Anda dapat mengunjungi Info Seputar Crypto.

Akhir artikel Jelajahi Berita

Di balik tulisan

Redaksi Publication Channel

Tim redaksi Publication Channel.

Lihat semua tulisan
Lanjutkan membacaQubic Aktifkan Kembali Blockchain dan Buka Klaim Pemulihan Usai Peretasan $1,4 Juta2 menit baca · Berita